Dalam rangkaian kegiatan Festival Cut Nyak Dien 2025, “Nada dan Doa Spirit Cut Nyak Dien untuk Indonesia”, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR kepada Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Sumedang di Ecotheater Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (13/12/2025). Dalam sosialisasi ini, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah, S.E., M.M., mengajak para siswa yang menjadi anggota Paskibra Kabupaten Sumedang untuk menghafal, memahami, menghayati, dan mengimplementasikan Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) dalam kehidupan sehari-hari.
“Buku-buku (bahan) sosialisasi Empat Pilar MPR yang sudah diberikan oleh MPR agar dibaca, dihayati, dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Siti Fauziah saat menyampaikan materi sosialisasi Empat Pilar MPR. Dalam sosialisasi ini, para peserta sudah dibekali buku-buku (bahan), antara lain Buku Sosialisasi Empat Pilar MPR, Buku Bahan Tayang Sosialisasi Empat Pilar, dan Buku UUD NRI Tahun 1945.
Penguatan Nilai Empat Pilar MPR bagi Generasi Muda
Sosialisasi Empat Pilar MPR turut dihadiri Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Sumedang Dr. Hj. Tuti Ruswati, S.Sos., M.Si., serta dua narasumber, yaitu Asisten Daerah I Pemkab Sumedang Dr. Dian Sukmara, M.Pd., dan H. Raden Taufiq Gunawansyah (Wakil Bupati Sumedang periode 2008–2013).
Memberikan materi sosialisasi, Siti Fauziah mengatakan bahwa dalam sejarah, beberapa negara telah hilang karena mengalami perpecahan dan perang saudara. Uni Soviet sudah tidak ada dan terpecah menjadi beberapa negara. Demikian pula Yugoslavia yang terbagi menjadi beberapa negara. Sejumlah negara lainnya juga masih mengalami konflik dan perang saudara.
“Mengapa Indonesia, sebuah negara besar dengan wilayah yang sangat luas serta keragaman suku, bahasa, dan budaya, bisa tetap bersatu? Hal itu karena Pancasila,” kata Ibu Titi, sapaan akrab Siti Fauziah.
Untuk itu, Siti Fauziah mengajak peserta sosialisasi yang terdiri atas anggota Paskibra Kabupaten Sumedang ini untuk menghafal, memahami, menghayati, dan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari pengamalan Empat Pilar MPR.
Sebagai contoh implementasi Empat Pilar MPR adalah pagelaran budaya “Ekosistem Budaya Kasumedangan”. Pagelaran ini merupakan bentuk implementasi Pancasila karena melestarikan seni budaya tradisional Sumedang. Siswa Paskibra perlu terlibat secara langsung dalam pelestarian seni budaya tradisional, dengan menari atau menyanyikan lagu-lagu tradisional. “Jangan sampai kita melupakan kebudayaan kita,” tutur wanita pertama yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal MPR RI ini.
Di hadapan para siswa Paskibra, Siti Fauziah juga menceritakan bahwa dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat SLTA di Jakarta pada November 2025 lalu, para peserta mampu menghafal sila-sila dan pasal-pasal dalam UUD NRI Tahun 1945.
“Yang membanggakan, mereka hafal UUD NRI Tahun 1945. Karena dalam LCC, jika ditanya rumusan pasal UUD NRI Tahun 1945, mereka harus menyebutkan rumusan pasal dan tidak boleh satu kata pun yang salah,” katanya.
Namun demikian, lanjut Siti Fauziah, pasal-pasal dalam UUD NRI Tahun 1945 tidak hanya dihafal, tetapi juga harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia meminta para siswa Paskibra untuk membaca dan mempelajari buku-buku sosialisasi Empat Pilar MPR.
“Saya berharap buku sosialisasi Empat Pilar MPR jangan menjadi ‘bantal’, tetapi dibaca untuk dipelajari bersama. Kita hayati isinya dan kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.